Posisi

Teriknya matahari di Makasar membakar kulitku. Hiruk-pikuk orang-orang membuatku bingung menemukan sopir yang kusewa untuk pergi ke panti. Hampir 30 menit aku berlalu-lalang di bandara menanyakan satu persatu orang yang kukira adalah sopir yang kusewa. Namun tidak kutemui juga. Berkali-kali aku menelpon nomor sopir itu, namun tidak ada jawaban. Aku terduduk lelah di pojokan bandara. Ramainya bandara membuatku tak menemukan kursi kosong. Berkali-kali aku menghela napas dan menengok kekiri dan kekanan. Namun, tak ada tanda-tanda keberadaannya.

Continue reading “Posisi”