1. Kosong

Tok tok tok

Aku mengetuk pintu berkali-kali.

“Ma….”, panggilku dari luar rumah.

Tok tok tok

Aku mengetuk kembali.

“Ma…”

Kenapa Mama tidak menyahut atau membukakan pintu untukku?.
Tak biasanya Mama pergi saat aku pulang kerja.

Aku mengangkat hp dan mulai menelepon rumah.
Mama sudah sangat tua jadi ia tak biasa menggunakan HP.

Kring…. Kriiing….

Terdengar suara dering telpon hingga keluar rumah.
Berkali-kali telepon berdering hingga putus.
Aku mencoba menelepon rumah kembali.

Hampir 30 menit aku berdiri diluar.
Mama tidak mungkin tidak ada dirumah.
Dia sudah cukup tua untuk berjalan sendiri.

Aku kembali mengetuk pintu rumah.
Tapi kali ini dengan sangat keras dan memanggil-manggil Mama berkali-kali.

Aku panik.

Aku berlari ke setiap jendela dan mengetuknya sambil memanggil Mama.
Tak ada jawaban.

Mama kemana?
Apa yang terjadi?

Rumah berlantai dua tempat dimana aku dibesarkan, kini terlihat asing.
Rumah tempat aku, kakakku, dan adikku bermain kini telah usang.
Ayah kini telah pergi meninggalkan kami.
Hanya tinggal aku dan Mama yang tinggal dirumah besar ini berdua.

Mama tak mungkin meninggalkanku.
Mama kemana?.

Aku berteriak berkali-kali. Mungkin Mama ada dilantai 2 jadi dia tidak mendengarku.

Aku mundur dan berteriak kearah jendela lantai 2.
“Maaaa….”
“Mamaaaa…..”

“Mita”

Seorang wanita mengejutkanku dengan tiba-tiba memanggilku.
Aku menoleh kearahnya.

Wanita itu berdiri dibalik tembok yang memisahkan rumahku dan dia.
Wanita yang terlihat sekitar 30-an itu, melihatku dengan bingung.

“Mita, kenapa kamu berteriak-teriak?”, tanya wanita itu.

“Tante, melihat Mama keluar?”, tanyaku tanpa membuang waktu.

Ia terlihat heran, “Mama?”

Aku mengangguk dengan pasti.

Ia terlihat semakin bingung dan menjawab dengan canggung.
“Kamukan tinggal sendiri”