3. Hari – hari

Aku berkeliling lantai 2 mencari kamarku.
Aku benar-benar ingat dimana kamarku berada.
Kamarku ada dilantai 2 dan berada dipaling depan.
Aku masih ingat setiap malam menunggu Papa pulang dengan mengintip jendela yang mengarah tepat ke gerbang.
Sekarang aku menemukan kamarku berada dipojok belakang.

Kenapa? Sejak kapan?
Hari ini aku benar-benar bingung.
Hari telah berlalu. Aku bangun dan berangkat kerja seperti biasanya.

Duduk diam dan fokus kerja di mejaku.
Makan siang dipojokan sendiri.
Pulang.

Rumah yang sepi.
Aku membuka hp.
Tak ada email dari adikku.
Mamapun aku tak tau dimana.

Hari telah berganti.
Rumah, kantor, dan kembali ke rumah.

Kosong.
Sepi.
Sendiri.

Aku membuka hp kembali.
Aku baru menyadari aku tak memiliki kontak siapapun selain Rumah, Papa, dan Nara adikku.

Nomor Papa sudah pasti mati karena sudah 4 tahun tidak dipakai.

Air mataku mengalir tanpa kusadari.
Kesunyian ini menjadi teman tidurku malam ini.

Gelap.
Aku mendengar suara langkah kaki.
Siapa?.
Aku tak bisa bicara karena takut.
Aku mendengar suara tawa.
Siapa?
Aku bisa mengenali suara itu.
Mengapa?
Mereka orang-orang yang mem-bully-ku dulu.

Ah sakit.
Kepala ini sakit sekali.
Aku menjerit kesakitan dan suara tawa itu semakin keras.
Sakit.

Aku terbangun.
Untung itu hanya mimpi.

Aku kembali ke aktifitasku biasanya.
Rumah, kantor, dan kembali ke rumah.

Sore ini aku melihat tetanggaku itu sedang menyiram tanaman.

Ia melihatku dan tersenyum sambil mengucapkan selamat sore.

Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan masuk kerumah.

Kemana keluargaku?
Tidak, hanya Mama yang tidak kuketahui ada dimana.

Aku membuka laptopku dan kembali menulis diari seperti biasanya.

Ah….
Aku bosan.
Sendiri, aku merasa kesepian.

Aku membaca ulang diari ku.
Hari-hariku hanya mengulang kegiatan yang sama.
Tak ada yang menarik.

Hah …
Mengela napas keras-keras.
Sepi.
Bosan.

Aku membuka halaman-halaman terdahulu.
Begitu banyak yang aku tulis.
Tentang apa?

Hal yang menyenangkan dari memiliki diary, kita seperti bisa kembali kemasa lalu hanya dengan membacanya kembali.

Tunggu ada yang aneh di-diary ku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *