Kasus 2

Aku berjalan memasuki perpustakaan yang berada di lantai paling atas di bangunan tiga. Perpustakaan di panti ini tergolong kecil. Hanya ada 6 rak buku dan 3 meja besar dengan 6 kursi tiap mejanya. Anak-anak panti jarang pergi ke perpustakaan. Mereka memilih untuk mengerjakan PR atau belajar di bangunan 2, di kamar mereka atau taman. Ibu Munaroh mendekati aku yang baru saja memasuki perpustakaan.

Continue reading “Kasus 2”

Riri

Aku termenung sambil menyapu lorong bangunan tiga. Samar-samar terdengar suara guru-guru mengajar diiringi jawaban kompak dari murid-muridnya. Pikiranku jauh melayang tinggi tentang kematian Randi. Masih teringat dibenakku apa yang tertulis di koran tentang kasus Randi.

Continue reading “Riri”

Randi

Ia seorang anak laki-laki yang 2 bulan lagi akan berumur 11 tahun, ditemukan terjatuh dari loteng sebuah bagungan tua yang bertingkat 3. Seorang anak laki-laki yang tak pernah mengenal siapa orangtuanya ini dibesarkan di Panti Asuhan Hidayah. Para pengurus panti dan teman-teman panti memanggilnya Randi.

Continue reading “Randi”

Loteng

Pagi buta, aku berlari kearah gerbang masuk. Tak jauh dari gerbang ada sebuah gudang kecil yang terbuat dari kayu. Dalam kertas yang bibi Murti tinggalkan semalam tertulis kalau aku harus mencari koran lokal yang menulis tentang kasus Randi. Seperti yang aku duga pintu gudang itu terkunci, untungnya aku sudah mencuri kunci seorang pengurus disini. Semoga ada kunci yang cocok.

Continue reading “Loteng”

Kasus 1

Pagi buta, aku bergegas membersihkan ruang makan dan membersihkan lorong utama. Belum hilang letih dari perjalanan panjangku, kini ditambah lagi dengan kegiatan bersih-bersih disini. Aku menggerutu sendiri sambil tetap mengepel lantai lorong utama. Satu-persatu anak yang sudah bangun dan bersih datang. Aku tersenyum pada mereka. Namun, mereka masih takut-takut untuk menerima keramahanku. Rasa letihku menjadi bertambah.

Continue reading “Kasus 1”